Laporan
Laporan Inventori
Empat laporan inventori: kartu stok (ledger masuk/keluar), valuasi stok (WAC × saldo), waste (pemborosan), dan usage variance (teoritis vs aktual).
Gambaran Umum
Laporan → Inventori menyediakan empat laporan bahan baku yang saling melengkapi — dari histori pergerakan stok hingga analisis pemborosan. Laporan ini digunakan oleh owner, manajer, dan staf gudang untuk memastikan pengelolaan bahan baku yang efisien dan menekan food cost.
Akses melalui Laporan & Pembukuan → Laporan → Inventori.
1. Kartu Stok
Kartu Stok adalah ledger (buku besar) pergerakan stok suatu bahan: setiap masuk dan keluar dicatat secara kronologis beserta saldo yang tersisa.
Langkah-langkah
- Klik kartu Kartu Stok di daftar laporan inventori.
- Pilih Cabang dari dropdown (wajib).
- Pilih Brand (opsional) untuk memfilter lebih spesifik.
- Pilih Bahan dari dropdown — mulai ketik nama bahan untuk mencari.
- Atur rentang tanggal.
- Tabel menampilkan seluruh mutasi bahan tersebut dalam periode.
Kolom Tabel
| Kolom | Keterangan |
|---|---|
| Waktu | Tanggal dan jam mutasi terjadi |
| Jenis | Tipe mutasi: pembelian, penjualan (deduct resep), opname, waste, adjustment |
| Masuk | Qty yang masuk (hijau) |
| Keluar | Qty yang keluar (merah) |
| Saldo | Saldo berjalan setelah mutasi |
| Catatan | Referensi (nomor PO, nomor pesanan, dll.) |
Tips: Gunakan Kartu Stok untuk menelusuri selisih stok — jika saldo fisik berbeda dari sistem, telusuri kronologi mutasi untuk menemukan di mana terjadi perbedaan.
Perhatian: Kartu stok hanya tersedia untuk bahan yang sudah dikonfigurasi di Inventori → Bahan Baku dan memiliki resep yang mengaitkannya dengan menu. Bahan tanpa resep tidak memiliki mutasi otomatis dari penjualan.
2. Valuasi Stok
Laporan valuasi menampilkan nilai rupiah seluruh stok bahan baku yang tersisa di gudang pada saat ini, menggunakan metode WAC (Weighted Average Cost).
Langkah-langkah
- Klik kartu Valuasi di daftar laporan inventori.
- Pilih Cabang (wajib).
- Data langsung tampil — tidak perlu pilih rentang tanggal (ini adalah snapshot saat ini, bukan periode).
Kolom Tabel
| Kolom | Keterangan |
|---|---|
| Bahan | Nama bahan baku |
| Stok | Saldo qty tersisa + satuan |
| Harga Rata-rata (WAC) | Harga rata-rata tertimbang per unit |
| Nilai | Stok × WAC = nilai rupiah stok tersebut |
Di bagian atas, grafik batang menampilkan 10 bahan dengan nilai stok tertinggi untuk memprioritaskan perhatian.
Total Nilai Inventori = jumlah seluruh nilai stok semua bahan, ditampilkan di footer tabel.
Tips: Bandingkan Total Nilai Inventori bulan ini vs bulan lalu (screenshot manual atau ekspor) untuk memantau apakah stok menumpuk (perlu percepat perputaran) atau terlalu tipis (risiko kehabisan bahan).
3. Waste (Pemborosan)
Laporan Waste merekap semua bahan yang dicatat sebagai terbuang — rusak, kadaluarsa, spill, atau alasan lainnya.
Langkah-langkah
- Klik kartu Waste di daftar laporan inventori.
- Pilih Cabang dan atur rentang tanggal.
Kolom Tabel
| Kolom | Keterangan |
|---|---|
| Bahan | Nama bahan yang terbuang |
| Total Qty | Jumlah yang terbuang + satuan |
| Kejadian | Berapa kali waste dicatat untuk bahan ini |
| Nilai | Estimasi kerugian (qty × WAC) — ditampilkan merah |
Tabel kedua menampilkan waste per alasan (rusak, kadaluarsa, spill, lainnya) untuk identifikasi sumber pemborosan utama.
Tips: Jika waste kategori kadaluarsa tinggi, pertimbangkan mengurangi volume pembelian atau mengatur FIFO (first-in first-out) lebih ketat. Jika spill/rusak tinggi, mungkin ada masalah penyimpanan atau penanganan.
4. Usage Variance
Usage Variance membandingkan penggunaan bahan teoretis (berdasarkan resep × qty menu terjual) dengan penggunaan aktual (berdasarkan mutasi stok nyata).
Langkah-langkah
- Klik kartu Usage Variance di daftar laporan inventori.
- Pilih Cabang dan atur rentang tanggal.
- Tabel menampilkan semua bahan yang memiliki resep.
Kolom Tabel
| Kolom | Keterangan |
|---|---|
| Bahan | Nama bahan baku |
| Teoretis | Penggunaan yang seharusnya berdasarkan resep × menu terjual |
| Aktual | Penggunaan nyata dari mutasi stok |
| Selisih | Aktual − Teoretis (merah = lebih banyak dari harusnya; hijau = lebih hemat) |
| Selisih (%) | Persentase penyimpangan |
| Nilai Selisih | Kerugian/penghematan dalam rupiah |
Tips: Selisih positif (aktual > teoretis) berarti bahan digunakan lebih banyak dari resep — bisa dari over-portioning, waste tidak tercatat, atau pencurian. Selisih negatif (aktual < teoretis) bisa berarti resep kurang akurat atau stok belum di-update (ada stok masuk yang belum dicatat).
Perhatian: Akurasi Usage Variance bergantung pada: (1) resep yang tepat per menu, (2) stok opname yang rutin, dan (3) pencatatan semua penerimaan bahan baku via Purchase Order. Ketiga hal ini harus konsisten agar laporan bermakna.