Bantuan & Referensi
Glosarium Istilah POS
Daftar istilah teknis dan operasional yang dipakai di aplikasi POS beserta penjelasan singkat.
4 menit baca
Glosarium Istilah POS
Tabel berikut menjelaskan istilah-istilah yang sering muncul di aplikasi POS, panduan ini, dan percakapan operasional sehari-hari.
| Istilah | Penjelasan |
|---|---|
| 86 | Item menu yang habis / tidak tersedia untuk hari ini. Di POS, item 86 ditandai tidak bisa dipesan (tombol abu-abu atau tidak muncul). Berasal dari jargon dapur lama: "eighty-six" = item dicoret dari menu. Dikelola merchant dari dashboard, otomatis sinkron ke POS. |
| Course / Coursing | Pengelompokan item pesanan dalam babak sajian bertahap. Misalnya Course 1 = appetizer dikirim dulu, Course 2 = main dish dikirim setelah Course 1 selesai. Pelayan mengatur course saat input, lalu menekan Kirim Course N untuk meneruskan babak tertentu ke dapur. |
| Blind Close | Mode tutup shift di mana jumlah kas seharusnya (total transaksi tunai) disembunyikan dari kasir sampai ia selesai menghitung uang fisik di laci. Tujuannya mencegah bias — kasir menghitung jujur tanpa tahu angka target. Selisih baru terlihat setelah tutup dikonfirmasi. |
| No-Sale | Membuka laci kas tanpa transaksi penjualan — misalnya untuk tukar uang atau mengambil kembalian. Di POS: Buka Laci (No-Sale) memerlukan alasan dan dicatat di log laci (drawer audit log). Berbeda dari buka laci otomatis saat transaksi tunai berhasil. |
| Void | Pembatalan pesanan yang sudah dibuat, biasanya memerlukan persetujuan manajer. Void berbeda dari refund: void dilakukan sebelum pembayaran atau segera setelah transaksi sebelum shift ditutup. Di POS, tombol void memicu permintaan yang dikirim ke manajer untuk disetujui. |
| Refund | Pengembalian dana kepada tamu setelah transaksi selesai dan shift telah ditutup. Berbeda dari void karena refund biasanya menyentuh rekonsiliasi kasir dan melibatkan proses akuntansi tersendiri. Di POS, refund tersedia di riwayat transaksi (akses terbatas). |
| Z-Report | Laporan ringkasan shift yang dicetak atau direkam saat shift ditutup. Berisi total penjualan per metode bayar, jumlah transaksi, total diskon, dan selisih kas (bila ada). Nama "Z" berasal dari register kasir lama yang mereset penghitung setelah laporan ini dibuat. |
| SLA | Service Level Agreement — standar waktu layanan yang disepakati, misalnya "pesanan harus sampai ke meja dalam 15 menit". Di konteks POS, SLA bisa menjadi dasar monitoring performa dapur dari laporan waktu tiket KDS. |
| HLC | Hybrid Logical Clock — mekanisme stempel waktu di POS yang menjaga urutan dan konsistensi data antar perangkat, bahkan saat offline. Setiap transaksi mendapat cap HLC unik sehingga pesanan dari dua tablet berbeda tidak saling tabrakan. Lihat artikel Konsistensi Data (HLC). |
| dilayani_oleh | Field internal yang mencatat pelayan yang bertanggung jawab atas sebuah pesanan. Dipakai oleh fitur Server/Pelayan untuk mengelompokkan pesanan di Meja Saya, mengirim notifikasi Siap Disajikan ke pelayan yang tepat, dan mengisi laporan performa per staf. |
| Split Check / Split Bill | Memisahkan satu pesanan menjadi beberapa tagihan yang dibayar secara terpisah — berguna saat sekelompok tamu ingin bayar sendiri-sendiri. Di POS tersedia tiga mode: per kursi (by seat), per item (by item), dan rata (even split). Setiap tagihan memiliki struk terpisah. |
| Record-Only | Metode pembayaran yang hanya dicatat di sistem tanpa konfirmasi gateway — misalnya kartu debit/kredit via mesin EDC eksternal. Kasir memproses transaksi di mesin EDC terlebih dahulu, lalu mencatat nominal yang sama di POS. Berguna untuk metode bayar yang belum terintegrasi langsung. |
| KDS | Kitchen Display System — tampilan digital di dapur yang menampilkan tiket pesanan secara real-time menggantikan tiket kertas. Di POS, peran Dapur mengakses KDS Board melalui halaman Antrian Pesanan. Memerlukan akses aplikasi display atau peran dapur. |
| ODS | Order Display System — layar yang menampilkan status antrian pesanan untuk tamu (biasanya di area tunggu atau konter pickup). Berbeda dari KDS yang untuk staf dapur, ODS menghadap ke tamu. |
| SSE | Server-Sent Events — teknologi yang digunakan POS untuk menerima pembaruan real-time dari server (pesanan masuk, status meja berubah, dll.) tanpa perlu perangkat yang terus-menerus meminta data. Indikator koneksi di app bar mencerminkan status SSE. |
| Sync Queue | Antrian lokal di perangkat yang menyimpan operasi (buat pesanan, bayar, dll.) yang belum berhasil dikirim ke server. Diproses otomatis saat koneksi tersedia. Lihat artikel Antrian Sync & Retry. |
| Shift | Periode operasional kasir dari Buka Shift hingga Tutup Shift. Semua transaksi tunai direkonsiliasi per shift. Satu hari bisa memiliki beberapa shift (pagi/siang/malam) tergantung konfigurasi cabang. |
| Promo Auto-Apply | Diskon promosi yang diterapkan otomatis oleh server berdasarkan aturan (minimum pembelian, kategori item, hari/jam tertentu). Kasir tidak perlu input kode — total langsung berkurang sesuai promo yang berlaku. |
| Server (Peran) | Nama peran Pelayan di sistem — staf yang mengurus meja, mengambil pesanan, dan mengantarkan makanan. Jangan bingung dengan kata "server" yang berarti komputer/API. Di konteks POS, "server" = pelayan restoran. |
| kitchenEnabled | Pengaturan per-cabang yang menentukan apakah alur dapur aktif — apakah pesanan perlu dikirim ke KDS sebelum bisa disajikan. Bila dinonaktifkan, semua item dianggap langsung siap setelah pesanan dibuat. Dikonfigurasi manajer dari dashboard merchant. |